Tuesday, April 3, 2012

Fenomena Antroposfer

1. Jumlah dan pertumbuhan penduduk
Pertumbuhan penduduk adalah merupakan keseimbangan yang dinamis antara kekuatan – kekuatan yang menambah dan kekuatan – kekuatan yang mengurangi jumlah penduduk. Secara terus menerus penduduk akan dipengaruhi oleh jumlah bayi yang lahir ( menambah jumlah penduduk ), tetapi secara bersamaan pula akan dikurangi oleh jumlah kematian yang terjadi pada semua golongan umur. Sementara itu migrasi juga berperan : ‘imigran’ (pendatang) akan menambah dan ‘emigran’ akan mengurangi jumlah penduduk.
Jadi dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan penduduk diakibatkan oleh 4 komponen yaitu : kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), in-migration (migrasi masuk) dan out-migration (migrasi keluar). Selisih antara kelahiran dan kematian disebut “reproductive change” (perubahan reproduktif) atau ‘natural increase’ (perubahan alamiah). Selisih antara ‘in-migration’ dengan ‘out-migration’ disebut ‘net migration’ atau migrasi neto. Jadi pertumbuhan  penduduk hanya dipengaruhi oleh 2 cara yaitu : melalui perubahan reproduksi dan migrasi neto.
Pertumbuhan penduduk tersebut dapat dinyatakan dengan formula sebagai berikut :
Pt = Po + ( B – D ) + ( Mi – Mo )
Dimana : Po       : adalah jumlah penduduk pada waktu terdahulu ( tahun dasar )
Pt      : adalah jumlah penduduk pada waktu sesudahnya
B       : adalah kelahiran yang terjadi pada jangka waktu antara kedua kejadian tersebut
D       : adalah jumlah kematian yang terjadi pada jangka waktu antara kedua kejadian tersebut.
Mo     : migrasi keluar pada jangka waktu antara kedua kejadian
Mi      : migrasi masuk pada jangka waktu antara kedua kejadian
Kriteria pengukuran tingkat pertumbuhan penduduk adalah sebagai berikut :
·         Rendah, apabila tingkat pertumbuhan penduduk kurang dari 1% per tahun
·         Sedang, apabila tingkat pertumbuhan penduduk antara 1-2% per tahun
·         Tinggi, apabila tingkat pertumbuhan penduduk lebih dari 2% per tahun

2. Persebaran Penduduk
Salah satu masalah kependudukan di Indonesia adalah persebaran penduduk yang tidak merata. Di satu pihak Pulau Jawa yang luasnya 6,75% dari luas Indonesia menampung penduduk 58,7% dari seluruh penduduk Indonesia. Di pihak lain pulau – pulau di luar Jawa yang luasnya 93,25% dari luas Indonesia dengan penduduk hanya 41,3% dari jumlah penduduk Indonesia.
Penyebab tidak meratanya penyebaran penduduk di Indonesia adalah sebagai berikut :

a.      - Kesuburan tanah
Pulau Jawa umumnya mempunyai tingkat kesuburan tanah yang tinggi yang disebabkan oleh banyaknya gunungapi. Debu hasil letusan gunungapi sangat membantu kesuburan tanah. Oleh karena itu, penduduk banyak terkonsentrasi pada wilayah – wilayah yang subur tersebut. Sebaliknya wilayah di luar Pulau Jawa, seperti Kalimantan, bagian timur Pulau Sumatera, dan bagian selatan Papua, sebagian besar tanahnya mangandung gambut sehingga sulit untuk dijadikan wilayah pertanian
b.      - Pembangunan industri
Sebagian besar industri dibangun di Pulau jawa. Kondisi ini memancing tenaga kerja untuk datang mencari pekerjaan pada wilayah – wilayah industri
c.       - Kualitas pendidikan
Sebagian besar sekolah dan perguruan tinggi yang berkualitas berada di Pulau Jawa. Kondisi ini memancing orang untuk mencari perguruan tinggi yang berkualitas
d.      - Penyebaran dan pengelolaan sumber daya alam yang kurang merata.
Wilayah di luar pulau Jawa memiliki potensi sumber daya alam yang belum dikelola secara baik dan merata. Misalnya, potensi perikanan di Indonesia timur, potensi emas dan batu bara di Indonesia bagian barat, potensi minyak dan gas alam di wilayah Indonesia timur, dan sebagainya. Eksploitasi sumber daya alam di suatu wilayah dapat memancing penduduk untuk pindah ke wilayah tersebut.
Dampak dari penyebaran penduduk yang tidak merata antara lain :
·         Masalah perekonomian, seperti pemerataan pendapatan, pemerataan pembangunan, dan pemerataan usaha
·         Masalah perindustrian, seperti terkonsentrasinya industri di suatu wilayah tertentu
·         Masalah sosial, seperti kemiskinan di daerah yang padat penduduknya
·         Masalah ketenagakeraan, seperti terkonsentrasinya tenaga kerja di Pulau Jawa
·         Masalah pendidikan, seperti kurangnya kualitas pendidikan di daerah – daerah terpencil
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan usaha – usaha dari pemerintah antara lain :
·         Mendorong program transmigrasi
·         Memperlancar transportasi antar wilayah yang padat penduduknya dengan wilayah yang masih jarang penduduknya, baik transportasi darat, laut, maupun udara
·         Pembangunan industri di wilayah – wilayah luar Pulau Jawa yang mempunyai potensi sumber daya alam.
·         Meningkatkan kualitas pendidikan di luar Pulau Jawa

3. Cara memperoleh informasi kependudukan
a.       Sensus Penduduk
Pengertian sensus penduduk menurut PBB adalah keseluruhan proses pengumpulan, menghitung dan menyusun dan menerbitkan data – data demografi, ekonomi dan sosial yang menyangkut semua orang pada waktu tertentu di suatu negara atau suatu wilayah tertentu.
b.      Survei Penduduk
Survei penduduk adalah proses pengumpulan dan penyusunan data kependudukan untuk mendapatkan informasi tertentu yang biasanya berkaitan dengan permasalahan sosial ekonomi, psikologi, dan faktor lain yang memengaruhi aspek demografi secara umum, seperti kelahiran, kematian, dan migrasi. Survei penduduk biasanya menggunakan sampling, baik random sampling, sampling bertingkat, sampling bertahap, sampling cluster, ataupun kombinasinya. Hal ini dilakukam karena adanya berbagai keterbatasan yang ada.
c.       Registrasi Penduduk
Registrasi penduduk adalah proses pencatatan peristiwa – peristiwa kependudukan. Data kependudukan yang dicatat atau didaftarkan berupa peristiwa vital atau penting, seperti kelahiran, kematian, dan perkawinan

4. Faktor – faktor yang mempengaruhi fenomena antroposfer
Fenomena antroposfer menyangkut tiga aspek, yaitu kelahiran, kematian, dan migrasi. Maka ada beberapa faktor sosial dan ekonomi yang berpegaruh terhadap ketiga aspek tersebut, yaitu sebagai berikut :
a.       Pendidikan
Tingkat pendidikan berpengaruh terhadap banyaknya anak dalam suatu keluarga. Menurut J.Hull, makin tinggi tingkat pendidikan makin rendah jumlah anak dalam suatu keluarga, sebaliknya makin rendah tingkat pendidikan makin banyak jumlah anak dalam suatu keluarga. Di negara – negara maju yang tingkat pendidikannya tinggi, jumlah anak dalam suatu keluaraga antara 1 – 3 orang. Contohnya adalah negara – negara Eropa, Amerika, Jepang. Sebaliknya di negara - negara berkembang yang sebagian besar penduduknya berpendidikan rendah, jumalah anak dalam suatu keluarga lebih banyak. Contohnya Indonesia, India, dan negara – negara Afrika.
b.      Kesehatan
Adanya perbaikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berdampak pada berkurangnya angka kematian.
c.       Keluarga berencana
Keikutsertaan penduduk terhadap program pemerintah di bidang keluarga berencana bisa berpengaruh terhadap menurunnya angka kelahiran.
d.      Kemiskinan
Kemiskinan penduduk di suatu wilayah dapat mendorong penduduk untuk pindah ke tempat lain mencari kehidupan yang lebih layak. Misalnya penduduk yang melakukan urbanisasi dari desa ke kota. Oleh karena sulitnya mencari mata pencaharian di desa, penduduk pindah ke kota untuk mencari matapencaharian guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain itu, kemiskinan di eilayah perkotaan juga memperbesar angka kematian karena angka kecukupan gizinya rendah
e.       Pendapatan penduduk
Tingkat pendapatan penduduk bisa berpengaruh terhadap bertambahnya jumlah anak dalam suatu keluarga. Penduduk yang mempunyai tingkat pendapatan yang rendah bisa mendorong penambahan jumlah anak dalam suatu keluarga, misalnya dari 2 orang menjadi 3 sampai 4 orang anak. Hal ini disebabkan apabila mereka mempunyai jumlah anak yang banyak, anak tersebut dapat memantu orang tuanya untuk menambah penghasilan.

0 comments:

Post a Comment