Tuesday, April 3, 2012

PENGETAHUAN MEDAN




1.            Umum.   Dalam suatu kegiatan lapangan, penguasaan pengetahuan medan merupakan hal yang sangat penting.   Untuk memahami hal tersebut pemahaman tentang ilmu medan akan sangat membantu.   Dilingkungan militer, pengetahuan ilmu medan ialah ilmu yang mempelajari bagian dari muka bumi dengan segala benda yang tidak bergerak diatasnya, baik benda alam maupun benda buatan budaya manusia yang dipergunakan dalam operasi-operasi militer.
2.         Tanda Medan.
a.               Tanda Medan.   Adalah bagian-bagian dari permukaan bumi dan benda buatan budaya manusia yang melekat/terikat diatasnya :
Tanda medan dapat dibedakan :
1)  Tanda medan alam (bagian medan), yaitu bagian-bagian permukaan bumi yang terbentuk secara alamiah.
Contoh : bukit, gunung, lembah, sungai danau.
2.  Tanda medan buatan (benda medan), yaitu benda buatan manusia yang melekat/terikat pada permukaan bumi.
Contoh : jalan raya, jalan KA, jembatan, perkampungan, irigasi, tonggak/tugu KM, tugu triangulasi.
b.           Titik Tanda.    Adalah tanda medan alam dan tanda medan buatan yang karena bentuk serta warnanya berbeda dengan sekelilingnya sehingga mudah dikenal.
Contoh : titik tanda yaitu pohon terkenal, tanda peringatan, menara jaga dsb.

3.            Bentuk medan.    Adalah perpaduan beberapa tanda medan yang secara keseluruhan mewujudkan keadaan medan tertentu yang berbeda dari keadaan medan lainnya.   Bentuk medan yang pokok dapat dibedakan sebagai berikut :
a.         Bentuk medan yang berhubungan dengan ketinggian.
1)  Medan datar.    Medan dikatakan datar apabila peralihan antara bagian medan yang tinggi dan bagian yang rendah tidak nampak jelas, sudut tanjakan tidak melebihi 15°.   Bila medan ini terbuka, bagian medan yang tinggi tidak menghalangi peninjauan darat dan tembakan lintas datar.   Bagian medan menaik dan menurun dalam medan datar di sebut medan bergelombang.
2)  Medan tidak datar.    Medan dikatakan tidak datar, bila peralihan antara bagian medan yang tinggi kebagian medan yang rendah nampak jelas/nyata dan sudut tanjakan lebih besar 15°.   Walaupun medan terbuka, bagian medan yang tinggi akan menghalangi peninjauan darat dan penembakan senjata lintas datar.
b.         Bentuk medan untuk peninjauan/pemandangan.
1)  Medan terbuka.    Medan dikatakan terbuka apabila pada medan itu tidak terdapat tanda medan buatan manusia dan penumbuhan yang menghalangi pandangan/peninjauan darat.
2)  Medan tertutup.        Medan disebut tertutup bila pada medan itu terdapat tanda medan buatan manusia dan atau penumbuhan yang menghalangi pandangan/ peninjauan darat.
c.         Bentuk medan untuk kemampuan dilalui/dilintasi.
1)  Medan terpotong-potong.   Medan dikatakan terpotong-potong apabila pada medan itu terdapat tanda medan yang merintangi gerakan seperti : sungai, pagar/ bangunan, danau, rawa, jurang, tebing terjal dan lain-lain.
2)  Medan tidak terpotong-potong.    Medan dikatakan tidak terpotong-potong apabila pada medan itu tidak terdapat tanda medan yang merintangi atau menghambat gerakan.







4.         Hubungan taktis dan ilmu medan.
 








a.         Didalam melakukan penilaian terhadap satuan medan sangat tergantung kepada :
1)        Tujuan yang hendak dicapai :

2)        Jumlah personil  yang digunakan :
a)        Kelompok.
b)        Regu sampai dengan Yon.
c)         Dan lain sebagainya.
3)        Jenis kegiatan yang dilaksanakan :

b.               Salah satu sumber keterangan yang dapat memberikan informasi obyektif dan praktis tentang keadaan medan adalah Peta dan Foto Udara.    Oleh karena itu menjadi syarat mutlak bagi setiap orang yang ingin menguasai ilmu medan untuk mahir membaca Peta dan Interprestasi foto udara.


5.            Pembagian Ilmu Medan.   Medan dapat dipelajari melalui 3 cara yaitu cara ilmiah, membayangkan medan dan pengintaian.   Oleh karena itu Ilmu Medan dibagi 3 bagian besar sebagai berikut :
a.         Ilmu Medan sebenarnya (Ilmiah).
1)          Adalah suatu ilmu pengetahuan dan tehnologi yang mempelajari aspek-aspek medan secara ilmiah melalui pengamatan dan survey langsung dilapangan.
2)        Pada umumnya dilakukan oleh para ahli/sarjana baik Sipill maupun Militer.
3)        Ilmu Medan sebenarnya dapat digolongkan antara lain :
a)      Geologi yaitu Ilmu yang mempelajari lokasi dan pola penyebaran dari gejala-gejala dipermukaan bumi serta pengaruh timbal baliknya pada suatu wilayah yang terbatas dan hubungannya diruang muka bumi secara keseluruhan.
b)      Geologi yaitu Ilmu yang mempelajari kerak bumi.
c)      Geomorfologi yaitu Ilmu yang mempelajari bentuk roman muka bumi.
d)      Geodesi yaitu Ilmu yang mempelajari secara matematis bentuk dan ukuran bumi.
e)      Hidrografi yaitu Ilmu yang mempelajari tentang perairan pada permukaan bumi seperti laut, danau dan sungai.
f)       Klimatologi yaitu Ilmu yang mempelajari keadaan iklim diatas permukaan bumi.

b.         Ilmu membayangkan medan.
1)           Adalah suatu cara untuk mempelajari medan melalui analisa produk-produk ilmiah tersebut diatas, sehingga walaupun tidak mengamati keadaan sebenarnya dilapangan secara langsung kita dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai keadaan medan yang sebenarnya.
2)          Yang banyak digunakan Umum maupun Militer untuk mendapatkan keterangan tentang keadaan medan dalam rangka membayangkan medan adalah Peta Topografi.

3)           Hal-hal yang membantu untuk mendapatkan bayangan medan yang sebenarnya diperlukan sebagai berikut :
a)        Pengetahuan mempergunakan produk-produk ilmiah.
b)        Pengetahuan mempergunakan alat-alat sederhana misalnya : Kompas, Teropong lapangan, busur derajat.

c.         Ilmu Pengintaian.
1)        Ilmu yang mempelajari cara melakukan pengintaian terhadap suatu medan.
2)        Pengintaian dibagi menjadi 2 bagian :
a)        Pengintaian Umum.
(1)        Pengumpulan keterangan tentang suatu negara, daerah negara untuk digunakan sebagai bahan-bahan tindakan peperangan.
(2)        Bersifat strategi dilakukan dimasa damai.
b)        Pengintaian Khusus.
(1)        Bertujuan mendapatkan keterangan secepat mungkin untuk segera digunakan.
(2)        Luas daerah dan waktu pengintaian sangat terbatas.
(3)        Yang diintai hal-hal yang sangat mempengaruhi tindakan-tindakan pertempuran didaerah itu.
(4)        Dilakukan dalam keadaan perang dan sifatnya rahasia.
(5)        Dalam hubungan taktis.



0 comments:

Post a Comment