Friday, February 3, 2012

Sumur Resapan sebagai solusi mencegah banjir, kekeringan, dan menjaga air tanah

Indonesia merupakan wilayah tropis, memiliki karakteristik curah hujan yang tinggi. Jumlah hujan yang besar, apakah benar akan mengalami krisis air. Air permukaan seperti danau, sungai, air tanah dan mata air, yang sedemikian banyaknya apakah tidak mampu kita kelola untuk kepentingan permukiman, pertanian, perikanan, industri dan kelistrikan, sehingga malapetaka yang timbul terjadi kelangkaan (krisis) dalam kelimpahan. Walaupun Indonesia memiliki posisi geografis yang istimewa, sinar matahari berlimpah, memiliki dua musim (kemarau dan penghujan), tanah volkanik subur, ribuan pulau membentuk daratan yang produktif dengan pegunungan dan hutan yang lebat. Semuanya merupakan bukti bahwa Indonesia kaya dengan air, hingga sekali lagi patut kita bertanya apakah benar ancaman krisis air akan menjadi kenyataan.
Kemerosotan sumberdaya alam dan lingkungan hidup, membawa konsekuensi bukan saja menurunnya tingkat produktivitas, akan tetapi menghangatkan isu yang selama ini masih menjadi silang pendapat. Praktek penggunaan tanah yang keliru dan kurang tepat akan mengakibatkan fenomena alam seperti banjir, kekeringan, perubahan iklim global, dan bahkan kemungkinan terjadinya penggurunan (desertification).
Proses pembangunan perkotaan dan perumahan sungguh merupakan hal yang kontradiksi jika ditinjau dari ketersediaan air tanah dan peningkatan puncak limpasan air permukaan. Perubahan ini disebabkan oleh terjadinya penurunan imbuhan air tanah dan pertambahan pengeluaran air dari dalam tanah, sehingga mengganggu keseimbangan sistem hidrologi air bawah permukaan, dan menghasilkan penurunan paras air tanah.
Berapa volume air yang hilang akibat proses pembangunan kawasan perumahan dan sarana publik lainnya seperti jalan raya. Prinsip-prinsip dalam dunia konstruksi seringkali bersifat kontradiksi dengan kaidah konservasi air. Misalnya, pada pembangunan jalan raya.. Lapisan permukaan (pavement) pada jalan raya dibuat dengan tujuan agar air dari luar permukaan langsung dialirkan ke saluran drainase di sisi kiri dan kanan jalan sehingga tidak masuk ke dalam struktur perkerasan jalan di bawah pavement. Akibatnya pada musim hujan, air dalam volume yang besar tidak diresapkan kedalam tanah dan langsung dibuang/dilimpaskan ke daerah limpasan. Akibatnya, pada musim hujan akan terjadi masalah banjir di daerah-daerah limpasan dan pada musim kemarau, daerah potensial tadahan air menjadi kekurangan air karena air yg harusnya disimpan sebagai cadangan pada musim hujan langsung dilimpaskan begitu saja.
Pengalihan fungsi lahan merupakan salah satu faktor penyebab banjir dan menurunnya permukaan air tanah di kawasan perumahan, Pengalihan lahan hijau seperti hutan menjadi perumahan menyebabkan tidak adanya lagi area terbuka sebagai resapan air, sehingga air yang meresap ke dalam tanah menjadi kecil dan memperbesar volume aliran air permukaan.
Kawasan resapan merupakan suatu ruang yang mampu meresapkan air hujan ke dalam tanah sehingga berfungsi sebagai pengatur tata air dan pengendali banjir. Konsep kawasan resapan air adalah pengurangan besarnya limpasan dengan memberikan kesempatan lebih banyak air hujan untuk berinfiltrasi. Namun, seiring dengan penambahan jumlah penduduk yang umumnya diikuti dengan perluasan areal permukiman, keberadaan kawasan resapan khususunya di perkotaan mengalami penurunan.
Hujan merupakan salah satu siklus hidrologi yang dapat membantu pelestarian air tanah (khususnya air tanah dangkal). Ketika musim hujan turun, sebagian besar air akan terbuang langsung ke laut, selain juga menimbulkan daerah-daerah genangan dan banjir. Sebaliknya, ketika musim kemarau, sumber air milik warga banyak yang mengalami kekeringan. Padahal hingga kini, masih banyak masyarakat yang menggunakan air tanah. Secara alami, kekurangan air tanah dapat diatasi, apabila sistem/metode pengelolaannya ditangani secara baik.
Tanah dan air merupakan sumberdaya yang paling fundamental yang dimiliki oleh manusia. Apabila kita tidak mampu mngelola sumberdaya tanah dan air dengan baik, maka hal itu akan menyebabkan terganggunya siklus hidrologi. Banjir besar sering terjadi dimana – mana di seluruh belahan bumi, di saat yang lain terjadi kekeringan yang tidak kalah hebatnya. Hal ini tidak hanya berakibat pada penurunan kualitas tanah dan air itu sendiri, tapi juga akan menurunkan produktivitas bahan makanan.
Kebutuhan air rata – rata secara wajar setiap orang adalah sebanyak 60 liter air bersih per hari untuk semua keperluannya. Pada tahun 2000 dengan jumlah penduduk dunia sebesar 6.121 milyar memerlukan air bersih sebanyak 367 km3 pada tahu 2025 memerlukan 492 km3, dan pada tahun 2100 memerlukan 611 km3 air bersih tiap hari.
Apa yang telah diuraikan di atas memberi gambaran bahwa betapa pentingnya sumberdaya tanah dan air serta ruang terbuka hijau bagi keangsungan hidup umat manusia. Saat ini telah terjadi penurunan kualitas sumberdaya tersebut serta jumlah luasan ruang terbuka hijau, sehingga tanpa adanya usaha – usaha konservasi yang sungguh – sungguh akan muncul berbagai bencana seperti banjir dan kekeringan.
Sumur resapan merupakan suatu upaya untuk meresapkan air hujan dalam rangka menambah cadangan air tanah. hal ini mengingat persediaan air di negara ini sudah sangat menipis, ditambah lagi dengan masalah air lainnya seperti kelebihan air di saat musim hujan yang mengakibatkan masalah banjir dan musim kemarau sering kekurangan air, sehingga seluruh masyarakat harus segera mungkin menyadari dan menyelamatkan air.
Sumur resapan dapat berfungsi untuk mencegah penurunan tanah, mengurangi genangan banjir dan aliran air di permukaan tanah, mengurangi meluasnya penyusupan/instrusi laut ke arah daratan, menambah potensi air tanah. Sumur resapan merupakan sistem resapan buatan, yang dapat menampung air hujan akibat dari adanya penutupan tanah oleh bangunan berupa lantai bangunan maupun dari halaman yang di-plester. Selain itu, sumur resapan berfungsi untuk menampung, menyimpan dan menambah cadangan air tanah serta dapat mengurangi limpasan air hujan ke saluran pembuangan dan badan air lainnya sehingga dapat dimanfaatkan pada musim kemarau dan sekaligus mengurangi timbulnya banjir.
Di negara yang telah maju, peningkatan kuantitas penduduk tidak mengganggu ketersediaan air tanah, hal ini disebabkan oleh beralihnya atau ditinggalkannya sumur-sumur individu dan ditukar atau berganti kepada sumur umum dalam yang disediakan oleh instansi tertentu seperti PDAM atau semacamnya yang merupakan bagian dari pemerintah lokal setempat. Hal ini bertolak belakang dengan kondisi yang terjadi di Indonesia, karena kecenderungan apabila jumlah penduduk makin bertambah, maka jumlah sumur-sumur yang dibuat oleh individu pun makin banyak.
Sumur resapan air tanah adalah salah satu upaya untuk meningkatkan imbuhan air tanah, disamping itu manfaat yang sangat berguna adalah dapat mengurangi banjir akibat limpasan air permukaan. Dengan pembiayaan yang (secara relatif) tidak terlalu tinggi, pengadaan sumur resapan ini dapat dilakukan oleh setiap pembangunan satu rumah tinggal.
Sumur resapan dibuat dengan tujuan untuk mengalirkan air buangan dari permukaan tanah ke akuifer air tanah. Alirannya berlawanan dengan sumur pompa, tetapi konstruksi dan cara pembangunannya mungkin dapat saja sama. Pengimbuhan sumur akan lebih praktis apabila terdapat akuifer tertekan yang dalam dan perlu untuk diimbukan, atau pada suatu kawasan kota yang memiliki lahan yang sempit/terbatas.
Dengan dibuatnya sumur resapan pada suatu daerah maka akan didapatkan manfaat yang sangat besar bagi daerah tersebut juga daerah sekitarnya. Sebagai contoh dengan dibuatnya sumur resapan maka air hujan yang jatuh dipermukaan tanah akan masuk ke sumur resapan tersebut sehingga laju aliran permukaan dapat dikurangi. Hal ini juga sebagai cara untuk menanggulangi bencana erosi, karena lapisan tanah yang diatas tidak ikut terbawa aliran air hujan / aliran permukaan. Selain dari itu juga diperoleh manfaat lain dari sumur resapan yaitu tingginya tingkat infiltrasi air hujan, sehingga akan memperkaya kandungan air tanah yang dapat sebagai cadangan air bila musim kemarau datang. Manfaat yang didapatkan oleh daerah lain terutama daerah dibawahnya adalah tersedianya air tanah maupun sumber air. Untuk itu sangat diharapkan kesadaran dari masyarakat terutama yang berada di catchment area atau daerah tangkapan air untuk membangun sumur resapan sebagai upaya konservasi tanah dan sumber mata air.

1 comments:

Green Warrior Indonesia said...

Mari cegah banjir dengan menanam pohon sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi atas penanaman dan kampanyenya. http://www.greenwarriorindonesia.com

Post a Comment