Saturday, February 4, 2012

Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian


Teknik pengumpulan data bisa dibedakan menjadi beberapa hal, seperti:

1.    Berdasarkan Setting (Setting Alamiah, Labortorium dengan melalui eksperimen, di rumah dengan mewawancarai responden, seminar, dan lain-lain)
2.    Berdasarkan sumber data: (Sumber Primer : Sumber yang langsung memberikan data dan Sumber Sekunder: Sumber yang tidak langsung memberikan data).
3.    Berdasarkan Teknik Pengumpulan Data dibagi lagi menjadi: Test, Observasi, Wawancara, Survei, Dokumentasi dan Triangulasi/Gabungan

A.     Pengertian

Pada prinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran, maka harus ada alat ukur yang baik. Alat ukur dalam penelitian disebut instrumen penelitian. Jadi instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena-fenomena alam maupun sosial yang akan diteliti. Secara spesifik fenomena dapat disebut sebagai variabel.
Penentuan jumlah instrumen penelitian tergantung pada jumlah variabel penelitian yang dilakukan. Misalnya akan meneliti dengan judul “Pengaruh Kepemimpinan dan Iklim Kerja Sekolah terhadap Prestasi Belajar Anak”.
Dalam judul tersebut hal ada 3 instrumen yang perlu dibuat yaitu:
1.   Instrumen untuk mengukur kepemimpinan.
2.   Instrumen untuk mengukur iklim kerja sekolah.
3.   Instrumen untuk mengukur prestasi belajar siswa.
Instrumen-instrumen penelitian ada yang sudah baku tetapi lebih banyak yang belum ada atau baku. Instrumen yang baku misalnya instrument untuk mengukur IQ seseorang, instrument kemampuan bahasa khususnya nahasa Inggris dan lain-lain. Instrumen yang belum tersedia dengan baku maka peneliti harus membuat instrument sendiri dengan beberapa langkah dan tentunya perlu melalui uji persyaratan instrument. (Validitas dan reliabilitas).
Titik tolak dari penyusunan instrumen adalah variabel-variabel penelitian yang ditetapkan oleh peneliti. Dari variabel-variabel tersebut diberikan definisi operasionalnya, dan selanjutnya ditentukan indikatornya. Dari indikator kemudian ditentukan diskriptor-diskriptornya kemuadian dijabarkan menjadi butir-butir pertanyaan atau pernyataan.

B.     Jenis-jenis Instrumen

Berdasarkan teknik pengumpulan data, instrumen penelitian terdiri dari berbagi jenis :

1.  Tes (test)
     Tes sebagai instrumen pengumpul data adalah serangkaian pertanyaan ayau latihan yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.

Adapun beberapa macam tes instrumen pengumpul data, antara lain:

1.   Tes kepribadian (personal test) untuk mengungkap kepribadian seseorang
2.   Tes bakat (talent test) digunakan untuk mengukur/mengetahui bakat seseorang
3.   Tes prestasi (pencapaian sesuatu)/(achievement test) untuk mengukur pencapaian prestasi belajar siswa
4.   Tes intelegensi (tingkat intelektual) untuk menaksir tingkat intelektual seseorang dengan memberi berbagai tugas dalam rangka pengukuran intelegensi seseorang.
5.   Tes sikap (attitude test) untuk mengadakan pengukuran terhadap berbagai sikap seseorang terhadap sesuatu.

2.   Kuisioner (angket)

Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang diharapkan responden. Di samping sangat cocok untuk digunakan bila jumlah responden cukup besar, dan tersebar di wilayah yang luas.

Sugiyono (2002) mengemukakan beberapa prinsip dalam penulisan angket sebagai teknik pengumpulan data yaitu:

a.   Isi dan tujuan pertanyaan.
b.   Bahasa yang digunakan.
c.   Tipe dan bentuk pertanyaan.
d.   Pertanyaan tidak mendua.
e.   Tidak menanyakan yang sudah lupa.
f.    Pertanyaan tidak menggiring.
g.   Panjang pertanyaan.
h.   Urutan pertanyaan.
i.    Prinsip pengukuran.
j.    Penampilan fisik angket.

Penyusunan angket yang baik perlu memperhatikan beberapa faktor berikut  (Riduwan, 2010)
1)      Populasi dan sampel
2)      Tingkat social & ekonomi, latar belakang pendidikan dan lain-lain individu dan kelompok sasaran yang hendak diteliti
3)      Kejelasan apa saja yang akan diperlukan untuk mempelajari masalah yang akan diteliti
4)      Tingkat jangkauan untuk memperoleh fakta dan data
5)      Bagaimana caranya angket diadministrasikan
6)      Macam-macam alternative  atau model jawaban responden yang akan digunakan dalam penelitian
7)      Berapa lama waktu yang diperlukan
8)      Bagaimana kendalinya agar responden dapat menjawab dengan baik
9)      Pertanyaan dan pernyataan dalam angket harus mudah dipahami dengan memperhatikan; panjang pendeknya angket, isi angket, kerahasiaan, dan factor lainnya.

Angket dibedakan menjadi dua jenis yaitu angket terbuka dan angket tertutup.
a.  Angket terbuka (angket yang tidak berstruktur) adalah angket yang disajikan dalam bentuk sederhana sehingga responden dapat memberikan isian sesuai dengan kehendak hati dan sesuai dengan keadaannya.

Contoh.
1.   Bagaimanakah pendapat anda dengan dibentuknya Dewan Sekolah……?
2.   Apakah saudara pernah mengikuti Diklat P4 ? Jika pernah, bagaimana komentar saudara ?

Kelebihan angket terbuka :
1)      Bagi peneliti : data yang diperoleh bervariasi, bukan hanya terbatas seperti yang disajikan dan juga membantu peneliti untuk mendapatkan informasi yang lebih luas dan bahkan lebih lengkap
2)      Bagi responden: memberikan kebebasan untuk menulis dan menyampaikan apa adanya sesuai dengan kehendak hati yang sebenarnya

Kelemahan angket terbuka :
1)      Bagi peneliti : akan sangat sulit mengelompokan jawaban-jawaban yang akan sangat bervariasi
2)      Bagi Responden : Memerlukan waktu yang lebih lama untuk mengisi angket

b.  Angket tertutup (angket berstruktur) adalah angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden diminta untuk memilih salah satu alternative jawaban yang sesuai dengan keadaan dirinya dengan memberikan tanda silang (x) atau tanda check list (v).
Contoh: Cara memberikan tanda silang (x)

1.   Apakah sodara termasuk mahasiswa yang aktif  dalam kegiatan kemahasiswaan  ?
a) Ya                  b) Tidak

Jika ya, berapa kegiatan yang anda ikuti ?
a) 1-2                   c) 5 -6  
b) 3-4                   d) lebih dari 6 kegiatan  

Kelebihan angket terutup :
1)      Mudah memberikan nilai/skor
2)      Gampang memberi kode
3)      Responden tidak perlu menulis

Kelemahan angket terutup :
1)      Bagi peneliti : kurang mampu memberikan alternative jawaban yang relevan kepada responden
2)      Bagi Responden : sulit memilih jawaban 


c.   Wawancara (interview)

Pengertian:
Menurut Esterberg (2002) : Wawancara adalah merupakan pertemuan antara dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab sehingga dapat dikontruksikan makna dalam suatu topik tertentu

Wawancara adalah suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya dan sifatnya lebih mendalam serta dikenakan pada responden yang sedikit jumlahnya.

Sutrisno Hadi mengemukakan bahwa yang perlu dipegang oleh peneliti dalam menggunakan metode interview dan juga kuisioner adalah sebagai berikut:
1.   Responden adalah orang yang paling tahu tentang topik (masalah).
2.   Responden dapat dipercaya.
3.   Responden dan peneliti memiliki interpretasi yang sama tentang pertanyaan-pertanyaan.

Macam-macam Wawancara
1.        Wawancara Terstruktur
Bila peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh.
Peneliti sudah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis dan alternatif jawaban.
2.        Wawancara Semi Terstruktur
Dilaksanakan lebih bebas dibandingkan dengan wawancara terstruktur.
Bertujuan untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka.
3.        Wawancara tak berstruktur
Dilakukan secara bebas, peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara secara sistematis.
Pedoman yang digunakan hanya garis-garis besar permasalahan.
Peneliti belum mengetahui secara pasti apa yang akan diperoleh, sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan

Langkah-langkah Wawancara

Menurut Lincoln & Guba, ada 7 langkah :
1)        Menetapkan kepada siapa wawancara akan dilakukan.
2)        Menyiapkan pokok-pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan.
3)        Mengawali atau membuka wawancara.
4)        Melangsungkan alur wawancara.
5)        Mengonfirmasikan ikhtisar hasil wawancara dan mengakhirinya.
6)        Menuliskan hasil wawancara.
7)        Identifikasi tindak lanjut hasil wawancara.

Jenis-jenis Pertanyaan dalam Wawancara
1)       Pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman.
2)       Pertanyaan yang berkaitan dengan pendapat.
3)       Pertanyaan yang berkaitan dengan perasaan.
4)       Pertanyaan tentang pengetahuan.
5)       Pertanyaan yang berkenaan dengan indera.


Hal-hal yang Berkenaan dengan Wawancara
a.    Alat-alat wawancara :
1)    Buku Catatan
2)    Tape Recorder
3)    Camera
4)    Mencatat Hasil Wawancara
5)    Hasil wawancara harus dicatat.
6)    Untuk wawancara yang dilakukan secara. terbuka & tidak berstruktur, peneliti perlu rangkuman yang lebih sistematis.


b.    Waktu
1)       Buatlah perjanjian kapan bisa ketemu
2)       Sesuaikan ketersediaan waktu yang akan diwawancarai
3)       Usahakan jangan terlalu malam jika dilakukan waktu malam
4)       Usahakan jangan mengganggu keluarga sumber



d.   Observasi (Pengamatan)

Sutrisno Hadi (1996) mengemukakan bahwa observasi merupakan suatu proses kompleks, suatu proses yang tersusun dari perbagai proses biologis dan psikologis. Observasi adalah melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian yang dapat bersifat perilaku dan atau tindakan manusia, fenomena alam, proses kerja dan dikenakan kepada responden yang jumlahnya kecil.

Dari segi proses pelaksanaan pengumpulan data, observasi dapat dibedakan menjadi:

1.  Observasi partisipan
Observasi partisipatif ini, peneliti terlibat langsung dengan kegiatan sehari-hari dengan  orang     yang diamati.

2.  Observasi non partisipan
            Dalam observasi ini, peneliti hanya sebagai pengamat independen dan tidak terlibat langsung dengan obyek yang diamati.

Macam-macam observasi: (Sanafiah Faisal: 1990)
1)    Observasi Partisipatif, yang terbagi menjadi: Observasi yang Pasif, Observasi yang Moderat, Observasi yang Aktif, dan Observasi yang Lengkap.
2)    Observasi Terus Terang dan Tersamar
3)    Observasi tak Terstruktur

Observasi Partisipatif
Peneliti mengamati apa yang dikerjakan orang, mendengarkan apa yang diucapkan dan berpartisipasi dalam aktivitas yang diteliti (Susan Stainback:1998)

Klasifikasi  
1)    Partisipasi Pasif : Peneliti mengamati tapi tidak terlibat dalam kegiatan tersebut.
2)    Partisipasi Moderat :Peneliti ikut observasi partisipatif pada beberapa beberapa kegiatan saja, tidak semua kegiatan.
3)    Partisipasi Aktif : Peneliti ikut melakukan apa yang dilakukan narasumber, tapi belum sepenuhnya lengkap
4)    Partisipasi Lengkap : Peneliti terlibat sepenuhnya dalam kegiatan narasumber

Observasi Terus Terang atau Tersamar
Peneliti berterus terang kepada nara sumber bahwa ia sedang melakukan penelitian.
Suatu saat peneliti melakukan tidak berterus terang agar dapat mengetahui informasi yang dirahasiakan narasumber.

Observasi tak Berstruktur
Dilakukan dengan tidak Berstruktur karena fokus penelitian belum jelas
Apabila masalah sudah jelas, maka dapat dilakukan secara berstruktur dengan menggunakan pedoman observasi

Observasi Deskriptif :
1)      Peneliti belum menemukan masalah yang diteliti secara jelas
2)      Peneliti melakukan penjelajahan umum dengan melakukan deskripsi semua yang dilihat, semua yang didengar, dll.
3)      Observasi Terfokus :

Manfaat Observasi Menurut Nasution (1988)
1)       Peneliti akan mampu memahami konteks data secara menyeluruh.
2)       Peneliti akan memperoleh pengalaman langsung.
3)       Peneliti dapat melihat hal-hal yang kurang diamati oleh orang lain.
4)       Peneliti dapat menemukan hal-hal yang tidak terungkap saat wawancara.
5)       Peneliti dapat mengungkapkan hal-hal yang ada di luar persepsi responden.
6)       Peneliti dapat memperoleh kesan-kesan pribadi terhadap obyek yang diteliti.

Obyek observasi
1)      Space : Ruang dalam aspek fisiknya
2)      Actor : Orang yang terlibat dalam situasi sosial
3)      Activity : Seperangkat kegiatan yang dilakukan orang
4)      Object : Benda-benda yang terdapat di tempat itu
5)      Act : Perbuatan / Tindakan tertentu
6)      Event : Rangkaian aktivitas yang dikerjakan orang-orang
7)      Time : Urutan Kegiatan
8)      Goal : Tujuan yang ingin dicapai


e.   Dokumentasi
Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, film dokumenter dan data lain yang relevan.

f.  Rating scale (skala bertingkat)
Rating scale adalah teknik pengumpulan data dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berisi skala bertingkat yang harus dipilih dengan cara melingkari atau member tanda silang. Pada rating scale, data mentah yang didapat dapat berupa angka kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif.







Dalam model rating scale responden tidak akan menjawab dari data kuantitatif yang sudah ada, tetapi menjawab salah satu dari jawaban kuantitatif yang telah disediakan. Dengan demikian bentuk rating scale lebih fleksibel dan tidak terbatas untuk pengukuran sikap saja, tetapi juga dapat digunakan untuk mengukur persepsi seseorang terhadap gejala/fenomena lainnya. Misalnya untuk mengukur SES, Iptek, Instansi & lembaga, kinerja pegawai, kepuasan pelanggan, produktifitas kerja, motivasi dan lain-lain.

Penyusunan instrument yang menggunakan rating scale yang penting harus dapat mengartikan atau menafsirkan setiap angka yang diberikan disetiap item pertanyaan. Misalnya Anik memilih jawaban dengan melingkari angka 4, Budi melingkari angka 4, Centi juga memilih angka 4, tetapi ketiga responden tersebut belum tentu sama maknanya, walaupun sama-sama menjawab 4.

Contoh;
Peneliti (Mahasiswa) ingin mengetahui seberapa baik iklim akademik yang ada di program pendidikan ………….  dengan mengambil responden 25 orang. Berilah tanda silang (X) pada angka yang disediakan dalam instrument berikut:

No. Responden           : . . . . . . . . . .
Nama Responden        : . . . . . . . . . . .
Jenis Kelamin              : . . . . . . .
Umur                           : . . . . . . . . . .

Dan lain-lain identitas teruskan sendiri

No

PENILAIAN IKLIM AKADEMIK DI PRODI GEOGAFI UNIVERSITAS KELAS DUNIA
INTERVAL  JAWABAN
SB
B
CB
KB
STB
5
4
3
2
1
1.
Masalah kehadiran dosen-dosen dalam memberi kuliah





2.
Masalah penggunaan media IT dalam perkuliahan





3.
Masalah metode perkuliahan para dosen





4.
Masalah kemutakiran materi kuliah





5.
Masalah sarana prasarana belajar





6.
Masalah penilaian hasil belajar mahasiswa





7.
Pelayanan pengurus Prodi terhadap mahasiswa





8.
Perhatian pengurus prodi terhadap masalah mahaiswa  





9.
Perhatian para dosen terhadap mahasiswa





10.
Hubungan antar dosen, pengurus prodi dan mahasiswa






Total skor responden No…. = ……..

Berapa persen (%) Kebaikan Iklim akademik prodi Geografi ? 
Seberapa baik iklim akademik prodi Geografi ?

0-------------20 %-----------40 %-----------60 %----------80 %---------- 100 %
                 STB               KB                CB                B                  BS

0-------------250-------------500-------------750-----------1000----------- 1250
                 STB               KB                CB                B                 BS
g. Checklist
            Checklist atau daftar cek adalah suatu daftar yang berisi subyek dan aspek-aspek yang akan diamati. Checklist dapat menjamin bahwa peneliti mencatat setiap kejadian sekecil apapun yang dianggap penting.
Berbagai aspek perbuatan yang biasanya dicantumkan dalam daftar cek sehingga pengamat tnggal member tanda cek (v) pada setiap aspek tersebut sesuai dengan hasil pengamatan.

Contoh :

KESIAPAN IMPLEMENTASI MENEJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS)
DI LINGKUNGAN DINAS PENDIDIKAN …..



No

PENILAIAN IKLIM AKADEMIK DI PRODI GEOGAFI UNIVERSITAS KELAS DUNIA
PILIHAN JAWABAN
S
CS
KS
BS
4
3
2
1
A.    ORGANISASI




1.
Pedoman pembuatan struktur organisasi dewan sekolah telah disosialisasikan




2.
Dinas Pendidikan telah mendata sekolah-sekolah yg tlh memiliki organisasi dewan sekolah




B.     KURIKULUM




3.
Materi kurikulum memenuhi standart minimal kurnas




4.
Kurikulum muatan local telah diakomodasi




C.    SUMBER DAYA MANUSIA




5.
Sekolah telah memiliki KS yang memenuhi standart minimal  




6.
 Kepala sekolah telah memiliki KS yang profesional




D.    KESISWAAN




7.
Sekolah telah memfungsikan wadah organisasi siswa untu pengembangan bakat siswa  




8.
Sekolah telah mengidetifikasi siswa yang berbakat




E.     SUMBER DAYA MANUSIA




9.
Sekolah telah memiliki KS yang memenuhi standart minimal  




10.
 Sekolah telah memiliki WKS yang profesional




F.     PEMBIAYAAN DAN ANGGARAN




11.
Dinas Pendidikan bersama Dewan sekolah telah berupaya menggali sumber dana  baik dari internal maupun eksternal  




G.    PARTISIPASI MASYARAKAT




11.
Keterlibatan masyakat dalam menentukan kebijakan sekolah  




12.
Keterlibatan masyarakat  dalam mengontrol operasional sekolah




13.
Keterlibatan masyarakat dalam pengembangan sekolah







Peneliti (Mahasiswa) ingin mengetahui seberapa baik (sejahtera) kondisi keluarga mahasiswa prodi Geografi  dengan mengambil responden 25 orang. Berilah tanda lingkar (0) pada angka yang disediakan dalam instrument berikut:

Nama Responden : . . . . . . . . . . .
Dan lain-lain identitas
Jumlah responden 20 orang

No

  UPAYA DALAM MENCIPTAKAN KELUARGA YANG SEJAHTERA
INTERVAL  JAWABAN
SB
B
CB
KB
STB
5
4
3
2
1
1.
Masalah ketaatan menjalankan agama dalam keluarga





2.
Perhatian terhadap pendidikan keluarga/anak





3.
Perhatian terhadap kesehatan keluarga/anak





4.
Perhatian terhadap anggota keluarga





5.
Hubungan antara ayah ibu  dan anak





6.
Pemenuhan kebutuhan primer keluarga





7.
Pemenuhan kebutuhan skunder keluarga





8.
Hubungan dengan keluarga sodara kandung bapak





9.
Hubungan dengan keluarga sodara kandung ibu





10.
Hubungan dengan lingkungan tempat tinggal/tetangga






Total skor responden No…. = ……..

Berapa persen (%) Kebaikan Iklim akademik prodi Geografi ? 
Seberapa baik iklim akademik prodi Geografi ?

0-------------20 %-----------40 %-----------60 %----------80 %---------- 100 %
                 STB               KB                CB                B                  BS

0-------------200-------------400-------------600------------800----------- 1000
                 STB               KB                CB                B                 BS


0 comments:

Post a Comment